Menjadi Berkat Bagi Sesama dan Memuliakan Tuhan|Tuesday, October 17, 2017
You are here: Home » Pilihan Editor » KOMITMEN yang MERUGIKAN

KOMITMEN yang MERUGIKAN 




blog-sad-woman-money

 

blog-sad-woman-money

“Orang yang tidak berakal budi ialah dia yang membuat persetujuan, yang menjadi penanggung sesamanya “Amsal 17 : 18

Sobat wanita,……

Pernahkah temanmu meminta bantuan untuk memenuhi janji-janji  yang telah mereka buat? Janganlah sobat wanita  hiraukan ! Karena,  apabila seseorang berjanji, dialah yang harus memenuhinya. Memenuhi janji  orang lain dalam konteks ini adalah melunasi hutang orang lain.

Sebagai contoh: ketika seorang teman meminta bantuan agar sobat wanita melunasi semua komitmen keuangan yang sudah dibuatnya, tolaklah dengan halus dan tegas.

Wanita……kita harus lebih berhati-hati dalam membuat komitmen , kalau tidak justru kita akan kewalahan memenuhi kewajiban orang lain sehingga tidak ada energi atau uang untuk memenuhi keperluan diri sendiri.

Pernyataan untuk menolak mengesankan ‘kita adalah pribadi yang egois, tidak mempunyai perasaan dalam  memperlakukan orang lain’ namun inilah pernyataan  bijaksana yang sebenarnya terdapat dalam Alkitab. Membantu memenuhi kewajiban harus sobat wanita lakukan, bila memang itu adalah hasil  pernyataan doa yang cukup lama dan tentunya tidak  akan mengganggu stabilitas keuangan sobat wanita.

Banyak dari sobat wanita terganggu dalam hal keuangannya akibat terlalu banyak komitmen yang dibuat. Bukannya bebas melakukan apa yang Tuhan perintahkan, tetapi terhambat oleh hutang-hutang orang lain yang ceroboh. Alkitab mengatakan, bahwa merupakan suatu kebodohan bila sobat wanita menjadi penanggung keputusan –keputusan orang bodoh.

Bukan berarti sobat wanita tidak boleh membantu orang lain, hanya sobat wanita harus membiarkan mereka menghadapi tanggung jawab atas perbuatan  mereka sendiri.Banyak  persahabatan yang paling akrab dan lama pun hancur karena berbagai hutang buruk dan komitmen yang bodoh.

Salah satu contohnya adalah : karena persahabatan dan rasa setia pada sahabatnya, seorang wanita rela menanggung hutang sahabatnya yang boros dalam penggunaan uang, sampai suatu ketika  akibat komitmen yang dibuatnya untuk menolong sahabatnya itu justru  menggiringnya masuk  penjara, karena tidak mampu melunasi dengan tepat waktu.

Mintalah hikmat Tuhan senantiasa, sebelum mengambil keputusan untuk menentukan sebuah komitmen yang berhubungan dengan masalah keuangan agar sobat wanita tidak menyesal di kemudian hari.

Janganlah sobat wanita melakukan sesuatu karena rasa bersalah, karena rasa bersalah bukanlah dasar persahabatan sejati.