Menjadi Berkat Bagi Sesama dan Memuliakan Tuhan|Tuesday, December 12, 2017
You are here: Home » Uncategorized » Toleransi 2 Kecerdasan Mor

Toleransi 2 Kecerdasan Mor 




toler

Toleransi 2 ( kecerdasan moral )

Wanita-wanita cantik, ibu-ibu yang luar biasa, para pembaca yang saya hormati, pekan ini kita lanjutkan bagian kedua dari Toleransi

2.Provokasi

Provokasi ini berasal dari kesalah pahaman mau pun juga adanya kepentingan-kepentingan oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan keberagaman beragama ini untuk keuntungan pribadi oknum-oknum tersebut. Hal inilah yang kerap kali terjadi di Indonesia ini, dengan memakai nama agama guna kepentingan pribadi.

3. Kesalahpahaman

Salah paham antar umat yang satu dengan yang lain. Inilah yang kerap kali terjadi. Oleh karena itu kita perlu memastikan dan memahami satu dengan yang lain. Oleh karena itu, diperlukan tokoh-tokoh umat beragama yang bisa mengajarkan toleransi antar umat satu dengan yang lain sehingga hidup berdampingan pun bisa dilaksanakan. Pentingnya masyarakat Indonesia diajarkan indahnya hidup beragam.

Cara-cara menumbuhkan toleransi antar umat beragama.

Toleransi Umat Beragama

Sekarang bagian paling penting yaitu cara bertoleransi antar umat beragama. Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan toleransi terhadap agama lain.

Berikut beberapa contohnya:

1.Menghormati Saat Umat Lain Beribadah

Hal ini bisa kita lakukan dengan tidak berisik mau pun mengganggu ketika umat lain sedang beribadah. Kita sendiri pun tidak ingin diganggu, ketika diri kita sedang beribadah.

2.Menghormati Acara Umat Lain

Apabila sedang di acara umat beragama yang lain, hal ini bisa kita lakukan dengan berdoa berdasar kepercayaan kita sendiri tanpa mengganggu orang lain. Demikian juga dengan diri kita, apabila kita sedang puasa dan umat lain sedang tidak puasa janganlah kita memaksa umat tersebut untuk ikut puasa padahal dirinya sedang tidak puasa.

2 Langkah untuk menumbuhkan toleransi

Yang pertama adalah dengan mencontohkan dan menumbuhkan toleransi. Pada dasarnya tidak ada yang dilahirkan langsung bersikap SARA. Pola asuh orang tualah yang menyebabkan terbentuknya SARA tersebut. Andaikan, orang tua bisa bersikap tidak SARA maka anaknya pun akan demikian sebab anak-anak mencontoh apa yang orang tuanya lakukan. Didikan orang tua jauh lebih berperan dibandingkan dengan pendidikan yang diterima di luar rumah.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan toleransi adalah memerangi prasangka buruk kita terhadap orang lain. Hal ini kerap kali kita lakukan dengan kita sadari atau pun tanpa kita sadari. Kita tumbuh dan belajar tentang hal ini dari keluarga. Masalahnya, prasangka dan stereotype bisa begitu dalam tertanam sehingga bisa jadi kita tidak menyadarinya. Mulailah perangi prasangka buruk tersebut secara kita sadari. Kemudian tekadkanlah diri untuk menjadi lebih toleran juga jangan mau mendengarkan komentar yang bernada diskriminasi. Jangan biarkan diri anda dipengaruhi hal-hal yang negatif. Ambil hal-hal positif dari semua suku bangsa, libatkanlah diri dalam keragaman dan mulailah praktekan sikap-sikap bertoleransi.

Yang kedua adalah menghargai perbedaan yang ada. Kenalilah perbedaan-perbedaan yang ada dan terimalah perbedaan tersebut. Ambil hal-hal positif yang bisa diambil. Sadarilah keanekaragaman itu indah dan tanpa keanekaragaman tidak ada peningkatan. Sebab jika seluruhnya stereotype, maka yang akan terjadi adalah kemajemukan dimana semuanya sama atau keadaan yang tidak ada perubahan. Hal ini menghambat terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik disebabkan tidak diterimanya hal-hal yang mengajak ke arah perubahan. Mulailah sikapi diri untuk mau menerima perubahan-perubahan yang ada dan ambillah yang positif dari perubahan tersebut supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Terapkan hal-hal ini di diri anda, niscaya pribadi anda bisa menjadi lebih baik lagi dibanding sebelumnya. Pandanglah perbedaan yang ada sebagai sesuatu yang positif dan bukan hal yang negatif. Jika ada berbeda pendapat cobalah dengar dahulu apa yang ingin dikatakannya tanpa berprasangka buruk terhadapnya. Mulailah menjadi pribadi yang bisa bertoleransi terhadap satu sama lain tanpa memandang SARA. Hargailah dan hormati keragaman yang ada sebagai bangsa Indonesia yang satu.

Salam peduli

By

Rina